Kamis, 05 September 2013

Teori Stratifikasi Sosial



SOSIOLOGI PETERNAKAN


NAMA                           : NESMAWATI
NIM                               : I 111 12 287
KELAS                          : GANJIL



FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
Teori Stratifikasi Sosial

Ada beberapa teori tentang stratifikasi sosial. Teori-teori yang paling terkenal adalah teori evolusioner-fungsionalis, teori surplus, teori kelangkaan, teori Marxian, dan teori weberian.
1.    Teori Evolusioner-fungsionalis (Talcott Parsons)
Menjelaskan bahwa evolusi sosial secara umum terjadi karena sifat kecenderungan masyarakat untuk berkembang yang disebut sebagai kapasitas adaptif. Kapasitas adaptif adalah kemampuan masyarakat untuk merespon lingkungan dan mengatasi berbagai masalah yang selalu dihadapi manusia sebagai makhluk sosial. Masyarakat telah berevolusi berabad-abad melalui kapasitas adaptif yang semakin tinggi. Masyarakat kontemporer memiliki kapasitas adaptifnya yang semakin efisien dibanding masa sebelumnya. Timbulnya stratifikasi sebagai aspek penting evolusi akibat meningkatnya kapasitas adaptif dalam kehidupan sosial. Dobrakan evolusioner membuat banyak bentuk-bentuk kemajuan sosial.
2.    Teori Surplus dari Gerhard Lenski
Yang berorientasi materialistis dan berlandaskan teori konflik. Teori konflik yang bertentangan dengan teori Parsons berasumsi bahwa manusia adalah makhluk yang mementingkan diri sendiri dan selalu berusaha untuk mensejahterakan dirinya. Individu berperilaku menurut kepentingan pribadi, bekerja sama dengan sesama jika terkait dengan kepentingannya dan akan berebut dengan sesama jika melihat kesempatan terbuka bagi kepentingannya. Individu relatif tidak pernah puas dan mempunyai kemampuan yang berbeda.
3.    Teori Kelangkaan
Teori ini beranggapan bahwa penyebab utama timbulnya stratifikasi disebabkan tekanan jumlah penduduk. Tekanan penduduk yang semakin besar menyebabkan semakin kuatnya egoisme dalam pemilikan tanah, dan hubungan produksi (dalam pemikiran Marxisme) telah menghilangkan apa yang disebut sebagai pemilikan bersama. Perbedaan akses terhadap sumber daya muncul dan suatu kelompok memaksa kelompok lainnya bekerja lebih keras untuk menghasilkan surplus ekonomi melebihi apa yang dibutuhka. Dengan meningkatnya tekanan penduduk dan ekonomi, perbedaan akses terhadap sumber daya semakin nyata dan stratifikasi semakin insentif dengan dorongan politik yang semain besar komunisme.
4.    Teori Marxian
Marxisme adalah suatu teori yang dicetuskan oleh Karl Marx (1818-1883) sebagai bentuk protes atas kapitalisme. Teori ini dituangkan dalam bukunya yang berjudul "Communist Manifesto" yang dikarang bersama sahabatnya, Friedrich Engels. Asumsi dasar dari teori ini adalah tentang pertentangan kelas, dimana masyarakat pada intinya terbagi menjadi 2 kelas, yaitu mereka yang termasuk dalam para pemilik modal (kaum borjuis) dan mereka yang tidak memiliki modal dan alat-alat produksi (kaum proletariat). Karl Marx mengusulkan untuk menghapus kaum borjuis dan sistem kelas serta meninggalkan kapitalisme dan beralih ke komunisme yang menawarkan masyarakat tanpa kelas sehingga meminimalisir terjadinya konflik. Marx berpendapat bahwa stratifikasi timbul karena dalam masyarakat berkembang pembagian kerja yang memungkinkan perbedaan kekayaan, kekuasaan dan prestise yang jumlahnya sangat terbatas sehingga sejumlah besar anggota masyarakat bersaing dan bahkan terlibat dalam konflik untuk memilikinya. Anggota masyarakat yang tidak memiliki kekuasaan, kekayaan atau prestise berusaha memperolehnya, sedangkan anggota masyarakat yang memilikinya berusaha untuk mempertahankannya bahkan memperluasnya.
5.    Teori weberian
Pembahasan Max Weber mengenai kelas, status dan partai merupakan tiga dimensi tingkatan yang terpisah satu sama lainnya serta pada satu tingkat empiris tertentu, tiap dimensi itu bisa saling mempengaruhi. Weber membedakan kelas dan status (standische lage). Status seseorang, bertalian dengan penilaian yang dibuat orang lain kepada diri atau posisi sosialnya, sehingga menghubungkan dia dengan sesuatu bentuk martabat sosial atau penghargaan (positif dan negatif). Kelompok status adalah sejumlah orang yang mempunyai status yang sama. Kelompok-kelompok status (tidak seperti kelas-kelas) hampir sepenuhnya menyadari posisi bersama mereka. 

Rabu, 04 September 2013

Pengantar ilmu ekonomi



PENGANTAR ILMU EKONOMI


NAMA                           : NESMAWATI
NIM                               : I 111 12 287
KELAS                          : GANJIL



FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
BAB IX
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
HASIL PERTANIAN
A.    Permintaan
Teori permintaan diturunkan dari teori konsumsi. Permintaan (demand) adalah jumlah dari suatu barang yang mau dan dapat dibeli oleh konsumen pada berbagai kemungkinan harga, dalam waktu tertentu, dengan anggapan hal-hal lain tetap sama (ceteris paribus).
Ada 3 kasus di mana kurva permintaan yang menurun dari kiri atas ke kanan bawah tidak berlaku:
·         Kasus giffen
·         Kasus spekulasi
·         Kasus barang-barang prestise
Ada 3 alasan mengapa jumlah yang mau dibeli berkurang bila harga barang itu naik:
1.      Pengaruh penghasilan (income effect)
2.      Pengaruh subtitusi (substitution effect)
3.      Penghargaan subjektif (marginal utility)
Factor-faktor yang mempengaruhi permintaan, antara lain:
1.      Harga barang itu sendiri
Kuantitas permintaan akan menurun ketika harganya naik dan sebaliknya kuantitas permintaan akan meningkat ketika harganya turun.
2.      Pertambahan jumlah penduduk
Pertambahan jumlah konsumen yang disebabkan oleh pertambahan jumlah penduduk, perbaikan sarana transportasi, atau berhasilnya usaha promosi dapat meningkatkan kuantitas yang diminta akan suatu barang.
3.      Tingkat pendapatan
Dengan tingkat pendapatan yang tinggi orang akan dapat membeli lebih banyak barang dan jasa.
4.      Harga barang-barang lain
Barang-barang lain yang dimaksud dikelompokkan menjadi:
·         Barang pelengkap (komplementer)
·         Barang pengganti (subtitusi)
·         Barang lepas (independen)
5.      Muslim, selera, mode, kebiasaan, perubahan zaman, dan lingkungan social
6.      Harapan/pandangan tentang masa yang akan dating
7.      Elastisitas barang
Perubahan tingkat pendapatan dan tingkat harga dari suatu barang akan mempengaruhi besar-kecilnya jumlah barang yang diminta.
B.     Penawaran
Dalam ilmu ekonomi, istilah penawaran (supply) mempunyai arti jumlah dari suatu barang tertentu yang mau dijual pada berbagai kemungkinan harga, dalam jangka waktu tertentu.
Ada 3 alasan mengapa hokum penawaran berbunyi demikian dengan kurva naik dari kiri bawah ke kanan atas:
1.      Pengaruh penghasilan (income effect)
2.      Pengaruh subtitusi (substitution effect)
3.      Pengaruh biaya produksi
Kurva penawaran tertentu selalu digambarkan dengan anggapan “ceteris paribus”. Ada jumlah factor yang ikut mempengaruhi penawaran, antara lain:
1.      Harga barang itu sendiri
2.      Jumlah produsen di pasar
3.      Harga-harga factor produksi
Jika harga bahan baku turun maka dua alternative dapat dilakukan oleh produsen:
a.    Menjual (menghasilkan) lebih banyak pada tingkat harga yang sama.
b.    Menghasilkan dan menjual jumlah yang sama pada harga yang lebih rendah.
4.      Harga barang-barang lain
5.      Tekhnik produksi
6.      Harapan atau perkiraan tentang masa yang akan dating
7.      Elastisitas produksi
Rumusnya: (Q2-Q1)/(Q2+Q1)
                     (P2-P1)/(P2+P1)
Konsep elastisitas
     Dalam banyak kejadian yang berkaitan dengan elastisitas, khususnya dalam aspek permintaan, biasanya hanya ada 3 variabel yang paling signifikan untuk dibahas, antara lain:
1.      Elastisitas harga
2.      Elastisitas pendapatan
3.      Elastisitas silang
Harga pasar
     Dalam ilmu ekonomi, pengertian pasar memiliki arti yang lebih luas daripada hanya sekedar dapat pertemuan antara penjual dan pembeli untuk mengadakan transaksi jual-beli barang. Harga keseimbangan kadang-kadang disebut sebagai market clearing price karena pada tingkat harga ini, setiap orang di pasar telah terpuaskan.
     Ada beberapa pengecualian dari dalil umum yang mengenai harga pasar tersebut, antara lain:
·         Constant cost supply
·         Increasing cost supply
·         Kurva penawaran yang in-elastis sempurna
·         Backward banding supply
·         Decreasing cost supply
·         Cobweb











BAB X
BIAYA, PRODUKSI, DAN KEUNTUNGAN

10.1 Pada bab ini ada 3 hal pendekatan yang akan dibahas yaitu:
1.      Pendekatan keuntungan
2.      Pendekatan profit maximization
3.      Pendekatan cost minimization
10.    2 Fungsi produksi
Pembagian factor produksi secara konvensional adalah sebagai berikut:
1.      Tanah
2.      Tenaga kerja petani (labor)
3.      Modal
10.2.1    Produk marginal dan produk rata-rata
Bahasan terhadap PM lebih bermanfaat bila di kaitkan dengan PR atau produk total (PT). dengan mengaitkan PM, PR, dan PT maka hubungan antara input dan output akan lebih informative, dalam arti akan dapat diketahui elastisistas produksi yang sekaligus juga akan diketahui apakah proses produksi yang sedang dilakukan akan rendah atau sebaliknya.
10.2.2    Hukum kenaikan hasil yang makin berkurang (law of diminishing return)
Hukum kenaikan hasil yang makin berkurang berlaku pula bagi semua factor produksi. Itulah sebabnya hokum ini disebut sebagai “Hukum Faktor Proporsional” (law of variable proporsional), yaitu hokum yang menerangkan perilaku kenaikan hasil produksi
10.2.3    Efisiensi penggunaan input
Ada 2 hal yang perlu di pertimbangkan ketika analisis efisiensi akan dilakukan, antara lain:
1.    Tingkat transformasi antar input dan output dalam fungsi produksi.
2.    Perbandingan antar harga input dan output sebagai upaya untuk mencapai indicator efisien.
10.2.4    Hubungan antarinput dengan kombinasi biaya minimum
Dalam sub materi ini ada beberapa problema yang terjadi, namun dapat di selesaikan dengan 2 cara, antara lain:
1.         Menghitung berapa kombinasi input yang optimal sehingga di peroleh keuntungan yang maksimum.
2.         Menghitung berapa besar kombinasi biaya minimum yang diperlukan untuk mencapai sejumlah output tertentu.
10.2.5    Hubungan antar output dengan kombinasi keuntungan maksimum
Dalam hal ini yang harus diketahui adalah bagaimana memperoleh keuntungan sebesar mungkin dengan cara memproduksikan lebih dari satu macam komoditi.
10.2.6    Kombinasi hasil produksi
Berbagai komoditi yang diproduksi oleh petani dalam kegiatan diverivikasi dapat mempunyai hubungan fisik yang berbeda, antara lain:
1.      Komoditi gabungan
2.      Komoditi yang bebas bersaing
3.      Komoditi komplementer
4.      Komoditi yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya atau sebagai komoditi tambahan (suplementer)
10.3      Struktur biaya
1.      Biaya uang
2.      Biaya tetap dan biaya tidak tetap
3.      Biaya rata-rata, biaya marjinal, dan pendapatan marjinal